Senin, 11 November 2013

Bilal, sekilas pandang

Bilal, sekilas pandang

Bismillahirrahmanirrahim

Disini saya coba menceritakan apa yang saya tahu tentang salah satu sahabat Nabi,
Bilal Namanya,

Saya pernah nonton dalam sebuah film serial TV
Kisah dimulai saat Bilal sedang memnjatkan doa di kamarnya,
Doanya seperti ini :

"Ya Tuhanku! Besar sekali karuia-Mu. Jangan kelompokan saya dengan orang lalim.
Selamatkanlah aku dari apa yang orang-orang kafir lakukan.
Tuhanku, aku lemah, jadi beri aku kekuatan.
Buatlah tujuan saya untuk-Mu saja, tidak pada makhluk-Mu.
Anda adalah perlindungan yang dicari oleh setiap orang lemah.
Aku bersimpuh kepada-Mu untuk pertolongan,
 dan menempatkan kepercayaan saya pada-Mu,
aku mencari perlindungan-Mu, untuk setiap tirani yang keras kepala,
saya percaya pada Allah, Tuhanku; Islam, agama saya;
dan Muhammad sebagai Nabi Allah dan Rasul."

dan dibukalah pintu kamar bilal, sehingga bilal didapati majikannya dalam posisi mengusap muka dengan kedua tangannya tanda telah selesai berdoa. Singkat cerita ia dibawa untuk ditindaklanjuti.

 :: Sebelum disiksa, majikannya bilang ke Bilal


"Berdoalah pada Tuhanmu, kemudian,
untuk menghindarkan siksaan yang Aku akan lakukan pada Anda,
Siksaan yang tidak pernah disaksikan oleh orang Arab"



Bilal menjawab :
"Jika Tuhan ku menguji saya dengan siksaan yang kamu lakukan pada saya,
Sehingga saya bisa membuktikan kepercayaan murni saya,
Saya akan bertahan dengan cara yang tidak pernah disaksikan oleh orang Arab.
Sangat sepele siksaan yang Anda akan timbulkan pada saya
dibandingkan dengan siksaan yang Tuhan mungkin timbulkan pada Anda."

Kerennya pernyataan bilal, andaikan saya punya keyakinan seperti bilal saat menahan godaan seperti main PC atau console, atau ajakan main teman saat bosan mengerjakan tugas ... pasti itu adalah salah satu nikmat terbesar yang Tuhan berikan pada saya.

Wallau'albishshawab

sumber : film Umar r.a.
Awan

Sabtu, 09 November 2013

Perjalanan Teman

Penemuan mozaik kehidupan

Seorang sahabat di saat yang baru, tempat baru, teman baru, kebiasaan baru.
Belahan kota lain yang berbeda dari tempatnya.
Ia temukan mozaik indah, seperti yang ia harapkan dulu.
Namun ternyata, bertemu di tempat yang ia anggap tidak pas - namun baik
"Teman kita ini mulai berani bicara"...sayangnya terlalu banyak berharap.
Saat-saat yang singkat itu terlalu indah untuk diceritakan,

sampai waktunya tiba pada perpisahan dengan alasannya yang misteri ...
 _________________________________________________________________________________
:: Di masa lalu
Seorang anak, dari dulu ia orang nya pendiam
tiap bertemu teman ia cenderung menjauh, terutama hawa
Ia selalu tidak siap untuk berkata-kata
Seperti ingin langsung pergi saat ditanya

Dalam hal pendidikan, ia dikenal cukup baik
teman-temannya cukup mengahargai karya dari senirupanya
banyak teman yang menjadikan referensi gambar, walau hanya di tingkat SD
seperti hal yang tidak sempurna
dalam hal analisa hitungan, ia kurang begitu tertarik,
dalam konsep yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, bisa dikatakan cukup



Pertama masuk SMP,  kurang dalam hal sosial
dikenal polos dan mudah dibohongi
Banyak yang bilang "kamu itu terlalu baik pada orang"
"baik" disini ia anggap sekarang sebagai sifat polosnya dalam tingkat akut

Bertemu dengan seorang yang pernah ia suka saat di pengajian
ternyata dilihatnya di kelas yang baru, angkatan baru, mozaik baru
coba untuk mengatakan isi hati, kandas selalu
Seperti dianggap tidak "gentle-man", padahal memang "benar"
Berkali-kali banyak orang yang mendukung,
dan ternyata keberaniannya tidak lebih besar dari sifat ketakutan akan berkata-kata
Hanya angan-angan kosong terhapus waktu

Beberapa kali ada yang suka, ternyata bukan yang disukainya
yang satu diabaikan, pada yang lain ia berpura-pura meng-ia-kan
hanya demi menyenangkan teman yang ternyata saudara dari "yang suka"
berikan pengharapan kosong, tanpa keberanian untuk menolak
Sifat tak ingin mengecewakan orang disisi lain ternyata dapat menyakiti orang
saat dilakukan bukan pada tempatnya ...mmm


_______________________________________

....Dari alasan yang misteri
Beberapa waktu kemudian ia anggap biasa saja
Luruh bagaikan reaksi radioaktif dengan reaksi berantainya
Namun, hobi-nya akan senirupa mengantarkan ia pada perasaan itu kembali
Layaknya pertumbuhan mikroorganisme tak terkontrol dalam sisa makanan yang tercemar
Perlahan menguasai nalar dan hati kecinya menghantarkan pada pengharapan kosong
akan hal yang ia sesali di masa depan,
sifat arogan yang disambut putusnya persaudaraan
yang merembet pada hal yang lain
Ia sangat menyesali "kebakaran" yang terjadi
yang berdampak pada penyesalan tiada henti ...



Berharap matahari dapat ia tarik kembali,
Apa daya, "arang" yang tersisa tak dapat ia jadikan pohon kehidupan
Bermain-main dalam mimpi tiada akhir, seakan-akan kematian menjadi solusi terbaik
Sejalan dengan cabang pikiran yang meluas ...
tak ada beda nyata dan maya
Namun Tuhan masih memberi ia kesempatan ...
lewat semesta dengan bahasa yang perlahan dapat ia maknai
Akan hikmah dari perjalanan ini

Terima kasih Tuhan
Atas Hikmah yang dapat dipetik
Pencipta rasa, sukma, jagat dan segalanya yang aku selalu lupa untuk mensyukurinya.








Awan

Quotes film Umar r.a.

Perilaku yang baik dan halus selalu memberikan hasil yang lebih baik

memang, keteguhan memegang kebenaran di masa sulit

akan memberikan hasil berbeda dengan yang kekerasan bawa

kesalahan tidak akan bisa di balas dengan kesalahan juga

sifat yang buruk harus dibalas dengan sikap yang baik

musuh yang keras sebaiknya dihadapi dengan kesabaran dan kebijaksanaan

jika tidak, musuh kita akan menang karena mereka berhasil membuat kita seperti mereka.


pepatah Kiowa Tua


Anakku ...
Tak seorangpun di belantara bumi ini
Adalah sahabat sejatimu
Tidak juga bapakmu, ibumu
Atau saudara kandungmu
Kecuali akalmu adalah sahabatmu
Nuranimu adalah sahabatmu ...
Matamu adalah sahabarmu ...
Dengan semua yang kau miliki itu
Bertualanglah kau ketingginya puncak-puncak gunung
Tempuhlah belukarnya hutan rimba
Arungilah liarnya jeram-jeram sungai
Dan kau berguru daripadanya tentang lahir, hidup, mati
Serta kehidupan setelahnya

Pemuda Dengan Akar Pohon


:: Hujan deras !!!

Seorang anak yang basah kuyup memasuki pintu belakang rumah,
ia langsung menghampiri tungku sembari menunggu air panas untuk mandi
kakeknya memang telah menyiapkan air panas untuk cucunya mandi
sembari menghangatkan badan di depan tungku, sang cucu ditanya

> kakek :"cu, kakek punya teka-teki"

> cucu :"gimana teka-tekinya ke"

> kakek :
"Seorang pemuda terengah-engah dikejar harimau di suatu hutan,
ia berlari dengan penuh ketakutan,
jurang dengan danau penuh buaya pun sudah menanti di depan
karna tak awas, sang pemuda terperosok
reflek, tangan si pemuda menggenggam akar pohon yang sedang digerogoto tikus putih dan hitam
sang pemuda pun bertahan dengan akar pohonnya"
apa yang harus dilakukan pemuda ?"

sang cucu dengan polosnya menjawab

>cucu :"Naik kembali saja ke atas, Ke!"

>kakek :"Kan di atas ada harimau yang lagi nunggu, Cu!"

>cucu : "Yaudah, jatuhin diri aja ke sungai, Ke!"

>kakek :"Kan ada buaya Cu!"

>cucu :"Diam aja di tempat Ke!, nunggu harimau atau buaya pergi"

> kakek : "Cu!, akar pohonnya kan lagi di gerogoti tikus putih sama hitam
ntar jatuh sebelum buaya sama harimau nya pergi"

> cucu :"Jadi kek, c pemuda harus gimana?"


> kakek :"Itulah Cu nasib si pemuda, apapun yang ia lakukan semuanya berujung pada kematian,
sejatinya manusia, mau kaya, pintar, rupawan, berkedudukan atau manusia yang
miskin, bodoh, jelek, melarat pada akhirnya akan bertemu kematian juga.
Tikus hitam dan putih melambangkan siang-malam,
Harimau yang menunggu diatas bagai kematian bagi seseorang yang tetap berjuang,
Kematian yang diiringi kejatuhan akibat tikus bagai kematian bagi seseorang yang mengabaikan waktu yang ia punya
buaya pun akan memakan orang yang menyerah pada keadaan"

>cucu :"trus maksudnya apa Ke ?"

>kakek :"airnya udah mendidih, mandi dulu sana!"

sumber :
Dari teman, "Ajun". Dengan sedikit perubahan