Penemuan mozaik kehidupanSeorang sahabat di saat yang baru, tempat baru, teman baru, kebiasaan baru.
Belahan kota lain yang berbeda dari tempatnya.
Ia temukan mozaik indah, seperti yang ia harapkan dulu.
Namun ternyata, bertemu di tempat yang ia anggap tidak pas - namun baik
"Teman kita ini mulai berani bicara"...sayangnya terlalu banyak berharap.
Saat-saat yang singkat itu terlalu indah untuk diceritakan,
sampai waktunya tiba pada perpisahan dengan alasannya yang misteri ...
_________________________________________________________________________________
:: Di masa lalu
Seorang anak, dari dulu ia orang nya pendiam
tiap bertemu teman ia cenderung menjauh, terutama hawa
Ia selalu tidak siap untuk berkata-kata
Seperti ingin langsung pergi saat ditanya
Dalam hal pendidikan, ia dikenal cukup baik
teman-temannya cukup mengahargai karya dari senirupanya
banyak teman yang menjadikan referensi gambar, walau hanya di tingkat SD
seperti hal yang tidak sempurna
dalam hal analisa hitungan, ia kurang begitu tertarik,
dalam konsep yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, bisa dikatakan cukup
Pertama masuk SMP, kurang dalam hal sosial
dikenal polos dan mudah dibohongi
Banyak yang bilang "kamu itu terlalu baik pada orang"
"baik" disini ia anggap sekarang sebagai sifat polosnya dalam tingkat akut
Bertemu dengan seorang yang pernah ia suka saat di pengajian
ternyata dilihatnya di kelas yang baru, angkatan baru, mozaik baru
coba untuk mengatakan isi hati, kandas selalu
Seperti dianggap tidak "gentle-man", padahal memang "benar"
Berkali-kali banyak orang yang mendukung,
dan ternyata keberaniannya tidak lebih besar dari sifat ketakutan akan berkata-kata
Hanya angan-angan kosong terhapus waktu
Beberapa kali ada yang suka, ternyata bukan yang disukainya
yang satu diabaikan, pada yang lain ia berpura-pura meng-ia-kan
hanya demi menyenangkan teman yang ternyata saudara dari "yang suka"
berikan pengharapan kosong, tanpa keberanian untuk menolak
Sifat tak ingin mengecewakan orang disisi lain ternyata dapat menyakiti orang
saat dilakukan bukan pada tempatnya ...mmm
_______________________________________
....Dari alasan yang misteri
Beberapa waktu kemudian ia anggap biasa saja
Luruh bagaikan reaksi radioaktif dengan reaksi berantainya
Namun, hobi-nya akan senirupa mengantarkan ia pada perasaan itu kembali
Layaknya pertumbuhan mikroorganisme tak terkontrol dalam sisa makanan yang tercemar
Perlahan menguasai nalar dan hati kecinya menghantarkan pada pengharapan kosong
akan hal yang ia sesali di masa depan,
sifat arogan yang disambut putusnya persaudaraan
yang merembet pada hal yang lain
Ia sangat menyesali "kebakaran" yang terjadi
yang berdampak pada penyesalan tiada henti ...
Berharap matahari dapat ia tarik kembali,
Apa daya, "arang" yang tersisa tak dapat ia jadikan pohon kehidupan
Bermain-main dalam mimpi tiada akhir, seakan-akan kematian menjadi solusi terbaik
Sejalan dengan cabang pikiran yang meluas ...
tak ada beda nyata dan maya
Namun Tuhan masih memberi ia kesempatan ...
lewat semesta dengan bahasa yang perlahan dapat ia maknai
Akan hikmah dari perjalanan ini
Terima kasih Tuhan
Atas Hikmah yang dapat dipetik
Pencipta rasa, sukma, jagat dan segalanya yang aku selalu lupa untuk mensyukurinya.
Awan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar